Tak Andalkan Pemerintah: Jalan Rusak di Pekanbaru Dibenahi Gotong Royong oleh Masyarakat

Kondisi infrastruktur jalan yang buruk kerap menjadi keluhan utama masyarakat. Di Pekanbaru, Riau, persoalan Jalan Rusak yang tak kunjung diperbaiki oleh pihak berwenang mendorong masyarakat untuk bergerak secara mandiri. Inisiatif gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa ketika pemerintah “lepas tangan”, warga siap beraksi untuk kepentingan bersama. Artikel ini akan mengulas bagaimana Jalan Rusak di Pekanbaru dibenahi oleh masyarakat, menyoroti semangat kebersamaan dan urgensi perhatian terhadap infrastruktur publik.

Fenomena Jalan Rusak di Pekanbaru sudah menjadi pemandangan umum di beberapa titik. Salah satu yang paling parah adalah Jalan Cipta Karya, yang kerap dikeluhkan pengguna jalan karena lubang dan retakan yang membahayakan. Merasa lelah menunggu respons dari Pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi, warga setempat memutuskan untuk tidak lagi berdiam diri. Mereka mengumpulkan dana secara patungan dan membeli material yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalan tersebut secara swadaya. Aksi ini dilakukan pada hari Selasa, 14 Januari 2024, pagi hari, dengan melibatkan puluhan warga dari berbagai kalangan.

Tidak hanya warga sekitar, semangat gotong royong ini juga menjalar ke kalangan pelajar. Siswa-siswi SMK Muhammadiyah II yang berlokasi di Jalan Cipta Karya turut serta dalam upaya perbaikan. Sepulang sekolah, mereka secara sukarela menimbun Jalan Rusak yang berlubang dengan memesan dua truk tanah timbun. Aksi ini menunjukkan kesadaran kolektif yang tinggi akan pentingnya fasilitas umum yang layak dan aman. Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah II, Bapak Suryadi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian sosial siswa. Pernyataan tersebut disampaikan saat memantau siswanya bergotong royong.

Aksi mandiri warga ini menjadi cerminan dari frustrasi terhadap lambatnya respons pemerintah dalam menangani infrastruktur vital. Kondisi jalan yang dibiarkan rusak berlarut-larut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan. Meskipun ada dana dari APBD yang dialokasikan untuk perbaikan jalan, kenyataannya tidak semua ruas jalan segera mendapatkan penanganan. Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau per Desember 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 30% jalan provinsi di Pekanbaru masih dalam kondisi rusak ringan hingga berat.

Semangat gotong royong masyarakat Pekanbaru dalam memperbaiki Jalan Rusak ini patut diacungi jempol dan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Ini juga menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah untuk lebih responsif dan transparan dalam pengelolaan anggaran infrastruktur, agar tidak ada lagi masyarakat yang terpaksa turun tangan sendiri demi kenyamanan dan keselamatan bersama.