Di jantung Jawa Timur, tersimpan sebuah ritual kuno yang megah dan penuh makna: Upacara Kasada Bromo. Ini adalah persembahan sesaji Suku Tengger yang dilakukan di kawah gunung suci, menjadi salah satu tradisi paling ikonik di Indonesia. Perayaan ini bukan hanya atraksi wisata, melainkan manifestasi spiritual mendalam yang telah diwariskan turun-temurun.
Upacara Kasada Bromo diselenggarakan setiap tahun pada bulan Kasada (bulan ke-10) dalam kalender Hindu Tengger. Momen ini adalah puncaknya, ketika seluruh masyarakat Tengger berkumpul untuk menghormati leluhur dan Sang Hyang Widhi Wasa, penguasa alam semesta.
Sebelum hari H, masyarakat Tengger mempersiapkan berbagai jenis sesaji atau ongkek. Isiannya beragam, mulai dari hasil pertanian, ternak, hingga uang dan pakaian. Semua ini akan dibawa beramai-ramai menuju kawah Bromo sebagai bentuk syukur dan permohonan berkat.
Dini hari menjelang matahari terbit, ribuan masyarakat dan wisatawan memulai pendakian ke puncak Bromo. Suasana di tengah kegelapan yang diterangi obor terasa magis, dengan latar belakang kawah gunung suci yang mengeluarkan asap belerang, menambah aura mistis.
Setibanya di puncak kawah, para dukun dan sesepuh adat memimpin doa-doa. Aroma kemenyan dan bunga memenuhi udara, menciptakan atmosfer yang khusyuk. Masyarakat kemudian secara bergantian melemparkan persembahan sesaji Suku Tengger ke dalam kawah sebagai wujud kurban dan doa.
Meskipun terlihat ekstrem, ritual melempar sesaji ini diyakini sebagai bentuk komunikasi dengan alam dan penguasa spiritual. Masyarakat Tengger percaya bahwa dengan memberikan persembahan, mereka akan mendapatkan keberkahan, kesuburan tanah, dan keselamatan dari bencana.
Upacara Kasada Bromo juga menjadi ajang pelestarian budaya. Generasi muda dilibatkan dalam setiap prosesi, memastikan bahwa tradisi ini tidak akan lekang oleh waktu. Ini adalah cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai adat dan spiritual kepada penerus bangsa.
Peran kawah gunung suci Bromo sangat sentral dalam upacara ini. Gunung Bromo diyakini sebagai tempat bersemayamnya arwah leluhur dan dewa, sehingga menjadikannya lokasi paling sakral untuk melakukan persembahan. Keagungan alam berpadu dengan kepercayaan spiritual.