Di bumi Melayu Riau, sebuah warisan budaya tak benda yang memukau terus dilestarikan dan digemari: Tari Zapin. Tarian ini bukan sekadar rangkaian gerak tubuh yang indah, melainkan cerminan akulturasi budaya Arab dan Melayu yang kaya, menghadirkan pesona artistik yang mendalam dan sarat nilai-nilai keagamaan serta kehidupan. Keberadaannya menjadi identitas kuat bagi masyarakat Riau.
Tari Tradisional dikenal dengan gerakannya yang anggun, dinamis, namun tetap lembut. Fokus utama tari ini adalah pada gerakan kaki yang gesit dan sinkronisasi antara penari, diiringi oleh alunan musik gambus, marawis, dan gendang. Awalnya, Tari Zapin banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Arab, khususnya Yaman, yang dibawa oleh para pedagang dan ulama di masa lampau. Seiring waktu, tarian ini berakulturasi dengan budaya lokal, menghasilkan bentuk yang khas Melayu Riau. Tarian ini sering dipentaskan dalam berbagai acara penting, seperti pernikahan adat, festival kebudayaan, atau perayaan hari besar Islam, menjadi simbol kegembiraan dan syukur. Sebagai contoh, pada Festival Seni Melayu Riau yang diadakan di Pekanbaru, pada tanggal 12 November 2024, pukul 20.00 WIB di Taman Budaya Riau, puluhan penari Tari Zapin tampil memukau ribuan penonton yang hadir.
Busana yang dikenakan penari Tari Zapin juga memiliki keindahan tersendiri. Penari pria umumnya mengenakan baju kurung Melayu, celana panjang, kain samping (songket), serta peci atau tanjak. Sementara penari wanita mengenakan baju kurung panjang, kain songket, dan kerudung yang menutupi kepala, dengan riasan yang sederhana namun tetap menawan. Setiap elemen busana memiliki makna filosofis tersendiri, melengkapi keindahan gerak tari. Seorang budayawan senior Riau, Bapak Tengku Effendi, yang telah mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan seni ini, sering memberikan pelatihan tentang teknik dasar Tari Zapin kepada generasi muda di sanggar-sanggar seni yang tersebar di kota. Pelatihan intensif ini juga mencakup pemahaman akan filosofi di balik setiap gerakan.
Pelestarian Tari Zapin di Riau terus digalakkan melalui berbagai upaya, mulai dari pengajaran di sekolah-sekolah seni, penyelenggaraan workshop, hingga festival berskala nasional dan internasional. Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata, pada pertemuan dengan para seniman di Kantor Gubernur Riau, 7 Maret 2025, menyatakan komitmennya untuk mendukung promosi dan pengembangan tarian ini agar dikenal lebih luas. Dengan demikian, Tari Zapin akan terus menjadi ikon budaya Melayu Riau yang memancarkan keindahan dan nilai-nilai luhur dari generasi ke generasi.