PEKANBARU – Provinsi Riau, yang kaya akan budaya Melayu, memiliki beragam tarian tradisional yang memukau dan menyimpan nilai sejarah serta filosofi yang mendalam. Salah satunya adalah Tari Jogi, sebuah tarian tradisional yang dulunya populer di kalangan masyarakat Riau, khususnya di daerah pesisir. Meskipun kini tidak sepopuler dulu, upaya pelestarian terhadap tarian tradisional ini terus dilakukan agar tidak hilang ditelan zaman. Keunikan gerak dan iringan musiknya menjadikan Tari Jogi sebagai bagian penting dari warisan budaya Riau.
Tari Jogi memiliki ciri khas gerakan yang lincah, dinamis, dan terkadang jenaka. Para penari, yang biasanya terdiri dari penari perempuan, bergerak dengan ritme musik yang riang dan didominasi oleh alat musik seperti gendang, gong, dan akordeon. Kostum yang dikenakan penari Tari Jogi umumnya adalah pakaian adat Melayu dengan warna-warna cerah dan hiasan yang gemerlap, menambah daya tarik visual dari tarian tradisional ini. Gerakan tangan dan kaki yang gemulai serta ekspresi wajah yang ceria menjadi daya pikat utama bagi para penonton.
Menurut catatan sejarah dan penuturan para tokoh masyarakat Riau, Tari Jogi dulunya sering ditampilkan pada acara-acara hiburan rakyat, pesta pernikahan, atau perayaan panen. Tarian ini menjadi sarana untuk bersosialisasi dan mempererat tali silaturahmi antar warga. Meskipun tidak memiliki cerita yang baku seperti beberapa tarian tradisional lainnya, Tari Jogi diyakini melambangkan kegembiraan dan semangat kebersamaan masyarakat Melayu Riau.
Pada tanggal 20 April 2025, dalam sebuah acara festival budaya Melayu yang diadakan di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau di Pekanbaru, seorang tokoh seni Riau, Datuk Seri Al Azhar, menjelaskan bahwa Tari Jogi memiliki potensi besar untuk kembali populer jika terus dilestarikan dan dipromosikan. “Tari Jogi adalah bagian dari identitas budaya kita. Dengan gerakan yang unik dan musik yang khas, tarian ini dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang kuat,” ujarnya. Upaya untuk merevitalisasi Tari Jogi terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk sanggar-sanggar tari dan pemerintah daerah melalui berbagai kegiatan pelestarian dan festival seni budaya. Diharapkan, tarian tradisional Tari Jogi dapat kembali dikenal dan dicintai oleh generasi muda Riau serta menjadi salah satu ikon budaya Melayu yang membanggakan.