Musim kemarau kembali membawa ancaman serius di Provinsi Riau, terutama dengan maraknya Kebakaran Lahan di Riau. Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menjadi salah satu daerah yang paling terdampak, di mana puluhan hektare lahan dilaporkan hangus. Fenomena ini bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berdampak buruk pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Pada awal musim kemarau tahun 2025, data menunjukkan total luas lahan terbakar di Riau sudah mencapai 77,81 hektare hingga pertengahan April. Dari angka tersebut, laporan terbaru mengindikasikan bahwa sekitar 27 hektare lahan telah hangus di Rokan Hilir. Ini menjadi bukti bahwa Kebakaran di Riau masih menjadi masalah serius yang terus berulang.
Pihak kepolisian di Rokan Hilir telah berhasil mengungkap beberapa kasus dan menangkap pelaku pembakaran lahan. Salah satunya adalah kasus pembakaran lahan seluas 10 hektare di Rokan Hilir yang dilakukan oleh seorang petani berinisial JR. Tindakan pembakaran untuk pembukaan lahan ini seringkali menjadi pemicu utama Kebakaran Lahan di Riau.
Meskipun sudah ada penindakan hukum, Kebakaran Lahan di Riau masih saja terjadi. Angin kencang dan kondisi lahan gambut yang kering menjadi faktor alam yang mempercepat penyebaran api, membuat upaya pemadaman menjadi sangat sulit. Pihak berwenang harus mengerahkan tim gabungan dari berbagai instansi untuk mengendalikan situasi.
Dampak dari Kebakaran Lahan di Riau ini sangat terasa. Selain kerugian materiil berupa lahan pertanian dan perkebunan yang musnah, asap pekat yang ditimbulkan juga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat dan memicu berbagai masalah kesehatan, terutama ISPA. Kabut asap ini juga dapat meluas hingga ke negara tetangga.
Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa wilayah, termasuk Rokan Hilir. Hal ini bertujuan untuk mengaktifkan seluruh stakeholder dan sumber daya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran di Riau secara maksimal.
Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan larangan pembakaran lahan terus digalakkan. Pihak berwenang juga mengimbau agar masyarakat proaktif melaporkan jika menemukan indikasi pembakaran lahan atau titik api. Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam menekan angka Kebakaran di Riau.