Banjir di Jalintim Sebabkan Sampah Warga Pelalawan Tak Terurus

Banjir yang melanda sebagian wilayah di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) di Kabupaten Pelalawan, Riau, tidak hanya mengganggu aktivitas transportasi dan merendam pemukiman warga, terutama di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Dampak lain yang mulai dirasakan adalah terganggunya sistem pengelolaan sampah. Akibat banjir yang meluas, akses menuju tempat pembuangan sampah menjadi sulit, menyebabkan penumpukan sampah di lingkungan warga.

Kondisi Banjir di Jalintim diperparah dengan meluapnya air sungai yang membawa serta berbagai jenis sampah ke area pemukiman dan jalan. Tumpukan sampah yang bercampur dengan air banjir menciptakan pemandangan yang tidak sehat dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi warga terdampak. Bau tidak sedap mulai tercium dan risiko penyebaran penyakit seperti diare dan infeksi kulit meningkat.

“Biasanya petugas sampah rutin mengambil, tapi karena banjir, mobil tidak bisa masuk. Sampah jadi menumpuk di depan rumah,” keluh Sumardi (45), salah seorang warga yang terdampak banjir di Pangkalan Kerinci.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui dinas terkait tentu memiliki keterbatasan dalam mengatasi masalah ini di tengah fokus penanganan banjir. Namun, kondisi sampah yang tidak terurus dapat memperburuk situasi pasca banjir. Selain masalah kesehatan, tumpukan sampah juga dapat menghambat aliran air saat banjir surut dan mencemari lingkungan.

Diharapkan, ada upaya koordinasi yang lebih intensif antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, petugas kebersihan, dan relawan, untuk mencari solusi pengelolaan sampah di tengah kondisi banjir ini. Mungkin diperlukan metode pengumpulan sampah alternatif yang lebih fleksibel dan menjangkau area yang sulit diakses kendaraan besar.

Kondisi ini menjadi pelajaran penting tentang perlunya sistem pengelolaan sampah yang tangguh terhadap bencana alam. Investasi pada infrastruktur pengelolaan sampah yang adaptif terhadap perubahan iklim dan potensi banjir perlu menjadi perhatian di masa depan. Sementara itu, kesadaran dan partisipasi aktif warga dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri juga sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban lingkungan saat terjadi bencana.

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan manfaat untuk para pembaca tentang semua yang terjadi di Riau, terimakasih !